Segelas Kisah Es Tebu Polongbangkeng
November 10, 2016
Cerita dari Lae-lae: Perempuan yang Melahirkan di Kapal dan di Balai Kecil
November 14, 2016

Membaca WS Rendra

Komunitas Lilin bekerja sama dengan Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) dan Sanggar Seni Alif Universitas Muslim Indonesia (UMI) mengadakan kegiatan “Membaca W.S Rendra” sebagai rangkaian memperingati hari lahir Rendra ke-81 sekaligus merefleksikan sosok penyair ini dalam sajak-sajaknya. Acara ini akan digelar di Aula FKIP UPRI Makassar, Sabtu 19 November 2016, pukul 08:30 Wita.

Menurut salah seorang panitia, Anna Asriani, kegiatan ini bertujuan menghidupkan kegiatan kreatif dalam lingkup kampus, mendorong pembacaan karya-karya sastra, membangun kerjasama lebih luas komunitas dengan sekolah dan lembaga lain.

Rendra dikenal kritis terhadap pemerintah. Tahun 1977, ketika menyelesaikan film garapan Sjumanjaya “Yang Muda Yang Bercinta”, ia dicekal oleh pemerintah Orde Baru. Semua penampilannya di publik dilarang keras, meski ia tetap menghasilkan karya-karya brilian, seperti buku drama remaja “Seni Drama Untuk Remaja”.

W.S. Rendra adalah salah satu aset yang pernah dimiliki Indonesia. Karya-karyanya yang memberikan warna baru bagi dunia kesusastraan di tanah air membuat ia begitu dikenang. Meskipun sosoknya sudah tiada, semangat dan kecintaannya terhadap dunia sastra masih dapat dirasakan hingga saat ini melalui karya-karyanya.

“Karena itu kami terdorong untuk mengenalkan W.S Rendra kepada masyarakat Makassar,” terang Anna Asriani. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *